Protes Oleh Serikat Staf Nhm Di Champawat – 150 pekerja NHM di distrik Champawat mogok
Champawat

Protes Oleh Serikat Staf Nhm Di Champawat – 150 pekerja NHM di distrik Champawat mogok

Pekerja NHM duduk mogok di pesta. Foto: Kantor Berita Samvad
– Foto : CHAMPAWAT

mendengar berita

Champawat / Lohaghat / Pati / Barakot. Selain penerapan kebijakan SDM Haryana (Grade Pay, Assurance of Service hingga 60 tahun), boikot kerja organisasi pekerja kontrak National Health Mission (NHM) untuk menuntut penghentian proses rekrutmen dari outsourcing akan dimulai Selasa lalu. Para pekerja berdemonstrasi di Puskesmas seperti Champawat, Lohaghat, Pati, Barakot, Tanakpur dll. Banyak pekerjaan yang terpengaruh akibat pemogokan tersebut.
Presiden Distrik Serikat Pekerja Kontrak Premballabh Bhatt dan Gaurav Pandey mengatakan bahwa NHM mengoperasikan 42 skema di tingkat nasional. Ada 12 dokter, 11 apoteker, 19 staf perawat, 7 ANM, 10 teknisi lab, 29 CHO, 15 DEO dan 47 manajer proyek dan asisten manajer untuk melakukan pekerjaan ini di distrik tersebut.
Layanan korban jiwa berlanjut dalam boikot kerja tiga hari tetapi personel NHM tidak melakukan pekerjaan normal. Setelah boikot kerja selama tiga hari, para pekerja mengancam akan menghentikan semua jenis layanan. Selama ini, Dr. Mayank Sharma, Dr. Snehlata, Dr. Preeti Zukaria, Dr. Mukesh Tadagi, Dr. Arun Mishra, Premballabh Bhatt, Manoj Singh, Jagdish Joshi, Ramnarayan Kharkwal, Raju Daseela, Lalita Bisht dll. hadir.
Protes berlanjut di Tanakpur juga
Tanakpur. Dr. Gaurav Sharma, Dr. Prashant Verma, Dr. Sanjay Sharma, Mohit Gadkoti, Deepa Joshi, Jyoti Joshi dll. memprotes gerakan yang dimulai di bawah kepemimpinan Amit Joshi, Wakil Presiden Distrik organisasi tersebut. Pemimpin Kongres Hemesh Kharkwal, Presiden Kota Kongres Anil Chaudhary Pinky, Presiden Yuk Nagar Neeraj Mishra juga mendukung agitasi dengan duduk di dharna.
terpengaruh oleh pekerjaan ini
Operasi ICU RSUD Kabupaten, tes dahak di Lohaghat, pemeriksaan kesehatan siswa sekolah pedesaan oleh tim RBSK, gigi, tes corona, vaksinasi, kesulitan dalam pencatatan data.
Pedang pemusnah tergantung pada pekerja yang mogok
Champawat. Sikap pemerintah terhadap buruh NHM yang mogok kerja sangat tegas. Managing Director NHM Sonika telah memberikan hak kepada CMO untuk memecat para pekerja yang mogok.
Pemogokan telah mempengaruhi pekerjaan vaksinasi dan entri data. Namun, pengaturan alternatif untuk masuk telah dilakukan melalui personel kantor CMO. – Dr.KK Agarwal, CMO, Champawat.

Champawat / Lohaghat / Pati / Barakot. Selain penerapan kebijakan SDM Haryana (Grade Pay, Assurance of Service hingga 60 tahun), boikot kerja organisasi pekerja kontrak National Health Mission (NHM) untuk menuntut penghentian proses rekrutmen dari outsourcing akan dimulai Selasa lalu. Para pekerja berdemonstrasi di Puskesmas seperti Champawat, Lohaghat, Pati, Barakot, Tanakpur dll. Banyak pekerjaan yang terpengaruh akibat pemogokan tersebut.

Presiden Distrik Serikat Pekerja Kontrak Premballabh Bhatt dan Gaurav Pandey mengatakan bahwa NHM mengoperasikan 42 skema di tingkat nasional. Ada 12 dokter, 11 apoteker, 19 staf perawat, 7 ANM, 10 teknisi lab, 29 CHO, 15 DEO dan 47 manajer proyek dan asisten manajer untuk melakukan pekerjaan ini di distrik tersebut.

Layanan korban jiwa berlanjut dalam boikot kerja tiga hari tetapi personel NHM tidak melakukan pekerjaan normal. Setelah boikot kerja selama tiga hari, para pekerja mengancam akan menghentikan semua jenis layanan. Selama ini, Dr. Mayank Sharma, Dr. Snehlata, Dr. Preeti Zukaria, Dr. Mukesh Tadagi, Dr. Arun Mishra, Premballabh Bhatt, Manoj Singh, Jagdish Joshi, Ramnarayan Kharkwal, Raju Daseela, Lalita Bisht dll. hadir.

Protes berlanjut di Tanakpur juga

Tanakpur. Dr. Gaurav Sharma, Dr. Prashant Verma, Dr. Sanjay Sharma, Mohit Gadkoti, Deepa Joshi, Jyoti Joshi dll. memprotes gerakan yang dimulai di bawah kepemimpinan Amit Joshi, Wakil Presiden Distrik organisasi tersebut. Pemimpin Kongres Hemesh Kharkwal, Presiden Kota Kongres Anil Chaudhary Pinky, Presiden Yuk Nagar Neeraj Mishra juga mendukung agitasi dengan duduk di dharna.

terpengaruh oleh pekerjaan ini

Operasi ICU RSUD Kabupaten, tes dahak di Lohaghat, pemeriksaan kesehatan siswa sekolah pedesaan oleh tim RBSK, gigi, tes corona, vaksinasi, kesulitan dalam pencatatan data.

Pedang pemusnah tergantung pada pekerja yang mogok

Champawat. Sikap pemerintah terhadap buruh NHM yang mogok kerja sangat tegas. Managing Director NHM Sonika telah memberikan hak kepada CMO untuk memecat para pekerja yang mogok.

Pemogokan telah mempengaruhi pekerjaan vaksinasi dan entri data. Namun, pengaturan alternatif untuk masuk telah dilakukan melalui personel kantor CMO. – Dr.KK Agarwal, CMO, Champawat.

Posted By : keluaran hk malam ini