Permintaan Guru Di Bageshwar – Orang tua yang marah mengepung CEO karena kekurangan guru
Bageshwar

Permintaan Guru Di Bageshwar – Orang tua yang marah mengepung CEO karena kekurangan guru

Orang tua memimpin CEO untuk penunjukan guru di kantor CEO Bageshwar. Dilepaskan
– Foto : BAGESHWAR

mendengar berita

Bageshwar. Kurangnya guru di Sekolah Dasar Adarsh ​​Pemerintah mempengaruhi pendidikan para siswa. Meski beberapa kali menuntut guru, para orang tua yang marah meminta Chief Education Officer (CEO) karena tidak menyelesaikan masalah.
Ia mengingatkan adanya gejolak akibat tidak segera diangkatnya guru di sekolah tersebut. Sementara itu, karena kekurangan guru di sekolah tersebut, delapan anak dicoret namanya dan diterima di sekolah lain.
Selama satu setengah tahun terakhir, ada kekurangan guru di Sekolah Dasar Adarsh ​​di kantor pusat distrik. Saat ini 112 siswa sedang belajar di sekolah tersebut, tetapi karena kekosongan guru bahasa Hindi dan bahasa Inggris, studi tersebut terpengaruh.
Orang tua mengatakan bahwa sekolah telah menjadi ideal, tetapi masalahnya tetap karena kurangnya guru. Diceritakan, sebelumnya juga ada nota, demonstrasi dilakukan terkait tuntutan guru. Bahkan setelah ini masalah tidak dapat diselesaikan. Tanpa guru, masa depan anak-anak suram.
Banyak anak yang berencana putus sekolah. Dikatakan bahwa sebagian besar anak-anak berasal dari keluarga miskin. Mereka yang terpaksa belajar di sekolah meski kekurangan guru. Orang tua mengatakan jika guru tidak segera diturunkan, maka orang tua akan dipaksa untuk protes.
Bina Rawat, Shobha Devi, Darshani Parihar, Mohani Devi dll hadir pada kesempatan ini. Kepala Sekolah Balwant Singh Kalakoti mengatakan, karena kekurangan anak di sekolah, banyak orang tua yang mulai menyekolahkan anaknya ke sekolah lain.
Di sini, CEO Padmendra Saklani mengatakan bahwa beberapa wanita telah membawa masalah kekurangan guru. Mereka yang telah diyakinkan akan segera memposting guru. Upaya sedang dilakukan untuk melampirkan guru dari tempat lain sampai guru baru ditempatkan di sekolah.

Bageshwar. Kurangnya guru di Sekolah Dasar Adarsh ​​Pemerintah mempengaruhi pendidikan para siswa. Meski beberapa kali menuntut guru, para orang tua yang marah meminta Chief Education Officer (CEO) karena tidak menyelesaikan masalah.

Ia mengingatkan adanya gejolak akibat tidak segera diangkatnya guru di sekolah tersebut. Sementara itu, karena kekurangan guru di sekolah tersebut, delapan anak dicoret namanya dan diterima di sekolah lain.

Selama satu setengah tahun terakhir, ada kekurangan guru di Sekolah Dasar Adarsh ​​di kantor pusat distrik. Saat ini 112 siswa sedang belajar di sekolah tersebut, tetapi karena kekosongan guru bahasa Hindi dan bahasa Inggris, studi tersebut terpengaruh.

Orang tua mengatakan bahwa sekolah telah menjadi ideal, tetapi masalahnya tetap karena kurangnya guru. Diceritakan, sebelumnya juga ada nota, demonstrasi dilakukan terkait tuntutan guru. Bahkan setelah ini masalah tidak dapat diselesaikan. Tanpa guru, masa depan anak-anak suram.

Banyak anak yang berencana putus sekolah. Dikatakan bahwa sebagian besar anak-anak berasal dari keluarga miskin. Mereka yang terpaksa belajar di sekolah meski kekurangan guru. Orang tua mengatakan jika guru tidak segera diturunkan, maka orang tua akan dipaksa untuk protes.

Bina Rawat, Shobha Devi, Darshani Parihar, Mohani Devi dll hadir pada kesempatan ini. Kepala Sekolah Balwant Singh Kalakoti mengatakan, karena kekurangan anak di sekolah, banyak orang tua yang mulai menyekolahkan anaknya ke sekolah lain.

Di sini, CEO Padmendra Saklani mengatakan bahwa beberapa wanita telah membawa masalah kekurangan guru. Mereka yang telah diyakinkan akan segera memposting guru. Upaya sedang dilakukan untuk melampirkan guru dari tempat lain sampai guru baru ditempatkan di sekolah.

Posted By : hk keluar hari ini