Pasar Untuk Diwali Di Champawat
Champawat

Pasar Untuk Diwali Di Champawat

Pelanggan membeli dari toko manisan di Champawat. Foto: Kantor Berita Samvad
– Foto : CHAMPAWAT

mendengar berita

Champawat. Toko manisan memiliki manisan kualitas yang sangat baik mulai dari Somppadi Maduve hingga Kaju Barfi tetapi diragukan bahwa festival lampu kali ini akan menambah manisnya kehidupan para pedagang.
Permen adalah kembang api yang paling dicari di Diwali. Tahun lalu, meskipun Corona, permintaan manisan cukup baik, tetapi kali ini karena bencana di masa lalu, permintaan manisan menurun.
Presiden Dewan Bisnis Distrik Prakash Tiwari mengatakan bahwa tidak ada kehancuran seperti itu dalam bisnis manisan bahkan di periode Corona 2020. Pedagang mengharapkan kondisi membaik beberapa hari sebelum Diwali.
Buah-buahan kering menantang bisnis manisan selama beberapa tahun terakhir. Kalau bisa kita atasi, maka sejak tahun lalu corona muncul sebagai masalah baru. Bisnis tampaknya akan kembali ke jalurnya, kemudian pasar manis telah hancur karena hujan awan. – Prakash Tiwari, penjual manisan, Champawat.
Sebelum 17 Oktober, permintaan manisan mulai masuk bisnis seperti 2019 lebih baik dari periode Corona tahun lalu. Tapi bencana langit mengubah segalanya dalam 15 hari terakhir. Dan permintaan telah turun hingga 60 persen. – Anand Rana, penjual manis, Champawat.
50 persen bisnis terhenti karena corona di pithoragarh
Pithoragarh. Akibat mewabahnya corona di markas kecamatan, bisnis manisan juga tak tersentuh. Gara-gara Corona, bisnis permen kena dampak 50 persen. Pada Maret 2020, akibat lockdown yang masih berlangsung akibat Corona, penganan yang dibuat oleh para pedagang menjadi manja. Banyak pedagang manisan yang membagikan manisan kepada masyarakat secara cuma-cuma. Pada Maret 2021 juga, penguncian tiga bulan mematahkan punggung para pedagang.
Bisnis manisan sangat terkena dampak wabah Corona. Permen juga rusak selama penguncian. Bisnis manisan diharapkan meningkat di Diwali. – Lalit Khatri, Meghna Sweets
Wabah corona berdampak besar pada bisnis permen. Karena yang 50% dari bisnis telah turun. Tetap saja situasinya tidak baik. -Ashok Joshi, Permen Pooja
-Ashok Joshi, Permen Pooja
Bisnis manisan sangat terpengaruh akibat Corona. Pembuatan manisan juga berkurang pasca Corona. Sekarang bahkan di festival, orang membeli lebih sedikit permen daripada sebelumnya. – Manoj Mahara, Ganpati Sweets
Pandemi corona sangat mempengaruhi bisnis. Butuh waktu untuk mengembalikannya ke jalurnya. Banyak juga yang rusak akibat Corona. -Madu Sah, Permen Rangoli

Champawat. Toko manisan memiliki manisan kualitas yang sangat baik mulai dari Somppadi Maduve hingga Kaju Barfi tetapi diragukan bahwa festival lampu kali ini akan menambah manisnya kehidupan para pedagang.

Permen adalah kembang api yang paling dicari di Diwali. Tahun lalu, meskipun Corona, permintaan manisan cukup baik, tetapi kali ini karena bencana di masa lalu, permintaan manisan menurun.

Presiden Dewan Bisnis Distrik Prakash Tiwari mengatakan bahwa tidak ada kehancuran seperti itu dalam bisnis manisan bahkan di periode Corona 2020. Pedagang mengharapkan kondisi membaik beberapa hari sebelum Diwali.

Buah-buahan kering menantang bisnis manisan selama beberapa tahun terakhir. Kalau bisa kita atasi, maka sejak tahun lalu corona muncul sebagai masalah baru. Bisnis tampaknya akan kembali ke jalurnya, kemudian pasar manis telah hancur karena hujan awan. – Prakash Tiwari, penjual manis, Champawat.

Sebelum 17 Oktober, permintaan manisan mulai masuk bisnis seperti 2019 lebih baik dari periode Corona tahun lalu. Tapi bencana langit mengubah segalanya dalam 15 hari terakhir. Dan permintaan telah turun hingga 60 persen. – Anand Rana, penjual manis, Champawat.

50 persen bisnis terhenti akibat hantaman corona di pithoragarh

Pithoragarh. Akibat mewabahnya corona di markas kecamatan, bisnis manisan juga tak tersentuh. Gara-gara Corona, bisnis permen kena dampak 50 persen. Pada Maret 2020, akibat lockdown yang masih berlangsung akibat Corona, penganan yang dibuat oleh para pedagang menjadi manja. Banyak pedagang manisan yang membagikan manisan kepada masyarakat secara cuma-cuma. Pada Maret 2021 juga, penguncian tiga bulan mematahkan punggung para pedagang.

Bisnis manisan sangat terdampak wabah Corona. Permen juga rusak selama penguncian. Bisnis manisan diharapkan meningkat di Diwali. – Lalit Khatri, Meghna Sweets

Wabah corona berdampak besar pada bisnis permen. Karena yang 50% dari bisnis telah turun. Tetap saja situasinya tidak baik. -Ashok Joshi, Permen Pooja

-Ashok Joshi, Permen Pooja

Bisnis manisan sangat terpengaruh akibat Corona. Pembuatan manisan juga berkurang pasca Corona. Sekarang bahkan di festival, orang membeli lebih sedikit permen daripada sebelumnya. – Manoj Mahara, Ganpati Sweets

Pandemi corona sangat mempengaruhi bisnis. Butuh waktu untuk mengembalikannya ke jalurnya. Banyak juga yang rusak akibat Corona. -Madu Sah, Permen Rangoli

Posted By : keluaran hk malam ini