Mahasiswa Duduk Di Dharna Di Gerbang Utama Universitas
Pauri

Mahasiswa Duduk Di Dharna Di Gerbang Utama Universitas

Pekerja ABVP menutup gerbang masuk gedung administrasi Universitas Srinagar Garhwal
– Foto : SHRINAGAR

mendengar berita

Di Universitas Pusat Garhwal, para aktivis Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad memprotes dan mengangkat slogan-slogan menuntut pemilihan serikat mahasiswa. Dia mengatakan bahwa ketika pemilihan majelis dapat diadakan di negara bagian, maka mengapa tidak pemilihan serikat mahasiswa. Para siswa yang marah tidak mengizinkan siapa pun memasuki gedung administrasi selama periode ini.
Pada hari Rabu, slogan menentang Wakil Rektor, Panitera dan DSW di gerbang utama Universitas Garhwal atas nama Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP) menuntut pemilihan serikat mahasiswa. Setelah itu para siswa yang marah duduk di atas dharna di gerbang utama. Selama ini, pergerakan orang juga terhenti di gedung administrasi universitas. Karena itu, orang-orang yang datang dari berbagai daerah harus menunggu sekitar satu setengah jam untuk bekerja.
Menteri Organisasi ABVP Prithvi Rana mengatakan bahwa banyak talenta yang muncul dari serikat mahasiswa memimpin negara dan negara saat ini. Sekarang administrasi universitas ingin mengakhiri serikat mahasiswa dan menekan suara mahasiswa. Rishabh Rawat mengatakan bahwa pemilihan serikat mahasiswa diperlukan untuk kepentingan mahasiswa. Shubham Bijalvan mengatakan bahwa Wakil Rektor tidak mendukung pemilihan serikat mahasiswa dengan dalih Kovid, sementara upacara pemanggilan sedang diselenggarakan. Dikatakannya, ketika pemilihan majelis bisa diadakan di negara bagian, lalu mengapa universitas keberatan menyelenggarakan pemilihan serikat mahasiswa. Aman, Rahul, Tanishk, Deepak, Yogesh, Ayush dll hadir dalam pertunjukan.
guru bingung dengan murid
Selama demonstrasi, pidato disampaikan oleh para pemimpin mahasiswa. Guru yang lewat tersentuh oleh kata-kata siswa. Guru bisa menjelaskan sesuatu kepada siswa bahwa siswa lain mulai meneriakkan slogan-slogan Kembali. Guru itu marah melihat ini. Situasi hampir mencapai perkelahian yang diintervensi oleh personel keamanan dan pemimpin mahasiswa di sana dan entah bagaimana membuat masalah itu tenang.

Di Universitas Pusat Garhwal, para aktivis Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad memprotes dan mengangkat slogan-slogan menuntut pemilihan serikat mahasiswa. Dia mengatakan bahwa ketika pemilihan majelis dapat diadakan di negara bagian, maka mengapa tidak pemilihan serikat mahasiswa. Para siswa yang marah tidak mengizinkan siapa pun memasuki gedung administrasi selama periode ini.

Pada hari Rabu, slogan menentang Wakil Rektor, Panitera dan DSW di gerbang utama Universitas Garhwal atas nama Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP) menuntut pemilihan serikat mahasiswa. Setelah itu para siswa yang marah duduk di atas dharna di gerbang utama. Selama ini, pergerakan orang juga terhenti di gedung administrasi universitas. Karena itu, orang-orang yang datang dari berbagai daerah harus menunggu sekitar satu setengah jam untuk bekerja.

Menteri Organisasi ABVP Prithvi Rana mengatakan bahwa banyak talenta yang muncul dari serikat mahasiswa memimpin negara dan negara saat ini. Sekarang administrasi universitas ingin mengakhiri serikat mahasiswa dan menekan suara mahasiswa. Rishabh Rawat mengatakan bahwa pemilihan serikat mahasiswa diperlukan untuk kepentingan mahasiswa. Shubham Bijalvan mengatakan bahwa Wakil Rektor tidak mendukung pemilihan serikat mahasiswa dengan dalih Kovid, sementara upacara pemanggilan sedang diselenggarakan. Dikatakannya, ketika pemilihan majelis bisa diadakan di negara bagian, lalu mengapa universitas keberatan menyelenggarakan pemilihan serikat mahasiswa. Aman, Rahul, Tanishk, Deepak, Yogesh, Ayush dll hadir dalam pertunjukan.

guru bingung dengan murid

Selama demonstrasi, pidato disampaikan oleh para pemimpin mahasiswa. Guru yang lewat tersentuh oleh kata-kata siswa. Guru bisa menjelaskan sesuatu kepada siswa bahwa siswa lain mulai meneriakkan slogan-slogan Kembali. Guru itu marah melihat ini. Situasi hampir mencapai perkelahian yang diintervensi oleh personel keamanan dan pemimpin mahasiswa di sana dan entah bagaimana membuat masalah itu tenang.

Posted By : totobet hongkong