Keributan Siswa Btech Untuk Menunda Ujian
Pauri

Keributan Siswa Btech Untuk Menunda Ujian

Mahasiswa protes dengan meneriakkan slogan-slogan di luar ruang pengawas ujian di Universitas Srinagar Garhwal
– Foto : SHRINAGAR

mendengar berita

Mahasiswa teknologi HNB Garhwal (Central) University membuat keributan di kantor Controller of Examinations (CE) menuntut penundaan ujian semester. Selama CE ini Prof. Ada banyak pertengkaran dengan Arun Rawat. Para siswa marah dengan sikap CE. Setelah keributan yang lama, CE menunda ujian semua semester B.Tech dan B.Pharma hingga perintah lebih lanjut. Sekarang jadwal ujian akan dirilis 15 hari sebelum dimulainya ujian.
Universitas telah mengumumkan program untuk memulai ujian B.Tech dan B.Pharma mulai 18 Januari, tetapi para siswa B.Tech belum siap untuk ujian karena situasi infeksi korona dan tidak selesainya silabus. Pada hari Rabu, para siswa tersebut sampai di kantor pengawas ujian di bawah pimpinan Organisasi Mahasiswa Arya, tetapi mereka dilarang masuk. Marah dengan ini, para siswa duduk di dharna di luar ruang CE, meneriakkan slogan-slogan. Setelah beberapa waktu, anggota organisasi mahasiswa Jai ​​Ho juga datang. Setelah ini semua orang masuk ke dalam ruang CE.
Para mahasiswa mengungkapkan kemarahan mereka karena 4 siswi asrama yang terletak di kampus Chauras telah positif. Tidak diketahui bahwa dia mungkin telah melakukan kontak dengan begitu banyak siswa. Jika korona terjadi, apakah universitas akan bertanggung jawab? Sementara itu, silabus belum selesai. Melihat kondisi tersebut, seharusnya pemeriksaan ditunda, namun CE tetap bersikukuh bahwa keputusan untuk melakukan pemeriksaan sudah diambil dalam rapat yang digelar pada Selasa. Marah dengan ini, para siswa duduk di dharna di dalam ruangan itu sendiri. Selama ini terjadi banyak perdebatan antara mahasiswa dan CE.
Setelah itu, CE Prof. Rawat mengadakan pembicaraan online dengan Wakil Rektor dan pejabat lainnya, setelah itu dikeluarkan perintah yang memutuskan untuk menunda pemeriksaan. Pada kesempatan ini, mantan presiden serikat mahasiswa kampus Birla Ankit Rawat, mantan wakil presiden Anmol Bhandari, presiden distrik Jai Ho Ayush Mian, Suraj Negi dari Arya dan mantan perwakilan universitas Shubham Goswami hadir.

Mahasiswa teknologi HNB Garhwal (Central) University membuat keributan di kantor Controller of Examinations (CE) menuntut penundaan ujian semester. Selama CE ini Prof. Ada banyak pertengkaran dengan Arun Rawat. Para siswa marah dengan sikap CE. Setelah keributan yang lama, CE menunda ujian semua semester B.Tech dan B.Pharma hingga perintah lebih lanjut. Sekarang jadwal ujian akan dirilis 15 hari sebelum dimulainya ujian.

Universitas telah mengumumkan program untuk memulai ujian B.Tech dan B.Pharma mulai 18 Januari, tetapi para siswa B.Tech belum siap untuk ujian karena situasi infeksi korona dan tidak selesainya silabus. Pada hari Rabu, para siswa tersebut sampai di kantor pengawas ujian di bawah pimpinan Organisasi Mahasiswa Arya, tetapi mereka dilarang masuk. Marah dengan ini, para siswa duduk di dharna di luar ruang CE, meneriakkan slogan-slogan. Setelah beberapa waktu, anggota organisasi mahasiswa Jai ​​Ho juga datang. Setelah ini semua orang masuk ke dalam ruang CE.

Para mahasiswa mengungkapkan kemarahan mereka karena 4 siswi asrama yang terletak di kampus Chauras telah positif. Tidak diketahui bahwa dia mungkin telah melakukan kontak dengan begitu banyak siswa. Jika korona terjadi, apakah universitas akan bertanggung jawab? Sementara itu, silabus belum selesai. Melihat kondisi tersebut, seharusnya pemeriksaan ditunda, namun CE tetap bersikukuh bahwa keputusan untuk melakukan pemeriksaan sudah diambil dalam rapat yang digelar pada Selasa. Marah dengan ini, para siswa duduk di dharna di dalam ruangan itu sendiri. Selama ini terjadi banyak perdebatan antara mahasiswa dan CE.

Setelah itu, CE Prof. Rawat mengadakan pembicaraan online dengan Wakil Rektor dan pejabat lainnya, setelah itu dikeluarkan perintah yang memutuskan untuk menunda pemeriksaan. Pada kesempatan ini, mantan presiden serikat mahasiswa kampus Birla Ankit Rawat, mantan wakil presiden Anmol Bhandari, presiden distrik Jai Ho Ayush Mian, Suraj Negi dari Arya dan mantan perwakilan universitas Shubham Goswami hadir.

Posted By : totobet hongkong