Berita Uttarakhand: Guru Dimutasi Sebelum Kode Etik Akan Dikirim Ke Tempat Asal
Uttarakhand

Berita Uttarakhand: Guru Dimutasi Sebelum Kode Etik Akan Dikirim Ke Tempat Asal

Meja Berita, Amar Ujala, Dehradun

Diterbitkan oleh: Nirmala Suyal
Diperbarui Jum, 14 Jan 2022 15:47 IST

Ringkasan

Setelah berita ini dimuat secara mencolok di Amar Ujala pada Senin 10 Januari, KPU juga menindak transfer sewenang-wenang.

gambar simbolis
– Foto : Amar Ujala

mendengar berita

Sebelum penerapan model kode etik di negara bagian, komisi telah mengecam lebih dari enam ratus transfer. Pemerintah telah menghentikan transfer semua guru yang dimutasi. Dikatakan dalam urutan bahwa sementara itu, jika ada guru dan karyawan yang bergabung dengan tempat posting baru, maka dia harus kembali ke posting aslinya.

Sebelum kode etik diberlakukan di negara bagian, lima perintah dikeluarkan untuk guru menengah dan tiga untuk guru dasar. Dalam urutan tersebut, tiga hingga empat opsi diberikan kepada beberapa guru di kolom penempatan, sedangkan sekolah wilayah kota Haridwar dan Dehradun ditulis dalam postingan satu guru. Pemindahan ini telah menciptakan kepanikan di departemen sebelum pemilihan. Setelah berita ini dimuat secara mencolok di Amar Ujala pada Senin 10 Januari, KPU juga menindak transfer sewenang-wenang.

Kantor Ketua Panitia Pemilihan meminta laporan dari Sekretaris Utama tentang mutasi guru dan pegawai. Setelah itu kini telah dikeluarkan perintah dari pemerintah bahwa izin telah diberikan kepada Dirjen Pendidikan Sekolah untuk mutasi guru dan pegawai. Terkait hal itu, Dirjen Pendidikan Sekolah dalam suratnya tertanggal 12 Januari mengatakan kepada pemerintah bahwa pihaknya belum mengambil tindakan lebih lanjut atas perintah pemerintah tersebut.

25 guru dimutasi tanpa perintah Dirjen Pendidikan
Para pejabat Dinas Pendidikan, yang setiap tahun tidak mampu memberikan buku pelajaran gratis kepada anak-anak sekolah pemerintah dan non-pemerintah, telah menunjukkan kecepatan yang luar biasa dalam perpindahan guru. Pada 7 Januari, begitu Dirjen Pendidikan mendapat izin dari pemerintah untuk mutasi guru, 25 guru dimutasi tanpa perintah Dirjen. Setelah dicambuk KPU, kini semua guru sudah diperintahkan untuk kembali ke sekolah sebelumnya.

Menteri Pendidikan R Meenakshi Sundaram pada 7 Januari mengizinkan pemindahan guru ke Dirjen Pendidikan Banshidhar Tiwari. Setelah mendapat izin dari pemerintah untuk pemindahan tersebut, Dirjen Pendidikan tidak mengambil tindakan lebih lanjut atas perintah tersebut. Kode etik pemilu mulai berlaku pada 8 Januari. Padahal 9 Januari adalah hari Minggu. Meski demikian, ada 24 guru sekolah menengah pertama dan satu guru sekolah dasar yang dimutasi.

Menurut sumber departemen, perintah untuk transfer beberapa guru dikeluarkan di kantor Direktorat Pendidikan dan AD dari tanggal belakang pada hari Minggu. Di distrik Tehri, tiga guru sekolah menengah, satu di Chamoli, tiga di Uttarkashi, empat di Nainital, delapan di sekolah menengah dan satu guru dasar di Udhamsingh Nagar, dua guru sekolah menengah di Pithoragarh dibebaskan karena penempatan baru. Setelah dibebaskan dari distrik-distrik ini, guru-guru ini mengambil alih penempatan baru, tetapi setelah pemilihan yang ketat, transfer semua guru dan guru ditunda dan dikembalikan ke tempat penempatan semula sampai ada perintah lebih lanjut.

Pertanyaan tentang fungsi departemen
Dirjen Pendidikan telah menginformasikan pemerintah dalam suratnya tertanggal 12 Januari bahwa dia tidak mengambil tindakan lebih lanjut atas perintah ini untuk mendapatkan persetujuan pemerintah untuk transfer guru. Pertanyaannya, ketika Dirjen tidak bertindak atas persetujuan itu, bagaimana 25 guru itu mendapat jabatan baru, sehingga fungsi departemen dipertanyakan.

Pemerintah juga telah mengirimkan salinan surat perintah mutasi guru ke direktorat. Karena itu, perintah mutasi guru-guru tersebut dilakukan dari tingkat Direktorat. Berbicara tentang pembukaan kantor departemen pada hari Minggu, itu terjadi berkali-kali ketika petugas departemen bekerja di kantor bahkan pada hari Sabtu dan Minggu.
-Banshidhar Tiwari, Direktur Jenderal Pendidikan

Cakupan

Sebelum penerapan model kode etik di negara bagian, komisi telah mengecam lebih dari enam ratus transfer. Pemerintah telah menghentikan transfer semua guru yang dimutasi. Dikatakan dalam urutan bahwa sementara itu, jika ada guru dan karyawan yang bergabung dengan tempat posting baru, maka dia harus kembali ke posting aslinya.

Sebelum kode etik diberlakukan di negara bagian, lima perintah dikeluarkan untuk guru menengah dan tiga untuk guru dasar. Dalam urutan tersebut, tiga hingga empat opsi diberikan kepada beberapa guru di kolom penempatan, sedangkan sekolah wilayah kota Haridwar dan Dehradun ditulis dalam postingan satu guru. Pemindahan ini telah menciptakan kepanikan di departemen sebelum pemilihan. Setelah berita ini dimuat secara mencolok di Amar Ujala pada Senin, 10 Januari, KPU juga menindak transfer sewenang-wenang.

Kantor Ketua Panitia Pemilihan meminta laporan dari Sekretaris Utama tentang mutasi guru dan pegawai. Setelah itu kini telah dikeluarkan perintah dari pemerintah bahwa izin telah diberikan kepada Dirjen Pendidikan Sekolah untuk mutasi guru dan pegawai. Terkait hal itu, Dirjen Pendidikan Sekolah dalam suratnya tertanggal 12 Januari mengatakan kepada pemerintah bahwa pihaknya belum mengambil tindakan lebih lanjut atas perintah pemerintah tersebut.

25 guru dimutasi tanpa perintah Dirjen Pendidikan

Para pejabat Dinas Pendidikan, yang setiap tahun tidak mampu memberikan buku pelajaran gratis kepada anak-anak sekolah pemerintah dan non-pemerintah, telah menunjukkan kecepatan yang luar biasa dalam perpindahan guru. Pada 7 Januari, begitu Dirjen Pendidikan mendapat izin dari pemerintah untuk mutasi guru, 25 guru dimutasi tanpa perintah Dirjen. Setelah dicambuk KPU, kini semua guru sudah diperintahkan untuk kembali ke sekolah sebelumnya.

Menteri Pendidikan R Meenakshi Sundaram pada 7 Januari mengizinkan pemindahan guru ke Dirjen Pendidikan Banshidhar Tiwari. Setelah mendapat izin dari pemerintah untuk pemindahan tersebut, Dirjen Pendidikan tidak mengambil tindakan lebih lanjut atas perintah tersebut. Kode etik pemilu mulai berlaku pada 8 Januari. Padahal 9 Januari adalah hari Minggu. Meski demikian, ada 24 guru sekolah menengah pertama dan satu guru sekolah dasar yang dimutasi.

Menurut sumber departemen, perintah untuk transfer beberapa guru dikeluarkan di kantor Direktorat Pendidikan dan AD dari tanggal belakang pada hari Minggu. Di distrik Tehri, tiga guru sekolah menengah, satu di Chamoli, tiga di Uttarkashi, empat di Nainital, delapan di sekolah menengah dan satu guru dasar di Udhamsingh Nagar, dua guru sekolah menengah di Pithoragarh dibebaskan karena penempatan baru. Setelah dibebaskan dari distrik-distrik ini, guru-guru ini mengambil alih penempatan baru, tetapi setelah pemilihan yang ketat, transfer semua guru dan guru ditunda dan dikembalikan ke tempat penempatan semula sampai ada perintah lebih lanjut.

Pertanyaan tentang fungsi departemen

Dirjen Pendidikan telah menginformasikan pemerintah dalam suratnya tertanggal 12 Januari bahwa dia tidak mengambil tindakan lebih lanjut atas perintah ini untuk mendapatkan persetujuan pemerintah untuk transfer guru. Pertanyaannya, ketika Dirjen tidak bertindak atas persetujuan itu, bagaimana 25 guru itu mendapat jabatan baru, sehingga fungsi departemen dipertanyakan.

Pemerintah juga telah mengirimkan salinan surat perintah mutasi guru ke direktorat. Karena itu, perintah mutasi guru-guru tersebut dilakukan dari tingkat Direktorat. Berbicara tentang pembukaan kantor departemen pada hari Minggu, itu terjadi berkali-kali ketika petugas departemen bekerja di kantor bahkan pada hari Sabtu dan Minggu.

-Banshidhar Tiwari, Direktur Jenderal Pendidikan

Posted By : pengeluaran hk hari ini 2021 live tercepat